Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh..........
Perkenalkan nama saya MUHAMMAD FADHILAH saya anak pertama dari tiga bersaudara. Saya lahir dan dibesarkan di tanah dompu dari keluarga yang sederhana namun penuh dengan kebahagiaan. Ayah dan Ibu saya berprofesi sebagai guru. Singkat cerita, ketika saya menduduki bangku sekolah kelas 12 SMAN 1 DOMPU, disitu saya mulai bingung akan kelanjutan pendidikan masa depan saya, alhamdulillah saya memiliki orang tua yang perhatian dan penuh tanggung. Mereka memberikan pandangan dan masukan tentang berbagai jurusan kuliah dan peluang kerja kedepannya, dari berbagai pilihan yang diberikan tadi saya sangat tertarik dengan nama PKN STAN. Kemudian mereka menjelaskan berbagai hal tentang sekolah itu, mulai dari kualitas pendidikannya sampai prospek kerja kedepannya seperti apa semua mereka menjelaskannya secara detail. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih masuk ke sekolah tersebut. Namun untuk menjadi mahasiswa stan saya harus mengikuti berbagai macam tahapan tes dan lain sebagainya. Kemudian orang tua saya menyarankan saya untuk merantau ke Jakarta dengan alasan supaya saya bisa mengikuti bimbingan belajar khusus masuk sekolah ini, dan saya pun turut mengikuti nasehat mereka. Berat rasanya meninggalkan kampung halaman tercinta karena selama 17 tahun saya menghabiskan kehidupan saya di tanah kelahiran saya di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Tak terbayang sedikitpun sebelumnya bahwa ini akan terjadi harus merantau ke kota metropolitan demi menggapai sebuah cita-cita yang sangat mulia. Kemudian sehari setelah UN berakhir, saya meninggalkan kampung halaman dan langsung berangkat ke Jakarta, disana saya di jemput oleh paman yang merupakan adik kandung dari bapak saya. Setelah itu saya langsung di antarkan ke tempat bimbel yang tidak jauh dari lokasi kampus tujuan saya itu. Selama satu bulan saya mengikuti bimbingan itu, dan semua jenis soal saya pelajari dan kuasai sampai tuntas. Tibalah saat nya saya mengikuti tes tulis yang kebetulan saya tes di gelora bung karno. Ketika ujian dimulai saya langsung mengerjakan satu per satu soal nya secara teliti sampai di soal nomor terakhir dan saya pun merasa percaya diri atas hasil kerja tersebut. Setelah ujian selesai, saya pun kembali pulang ke tempat tinggal dan menunggu hasil pengumuman selama 10 hari. Di waktu itu saya terus berdo'a dan memohon kepada yang maha kuasa supaya di luluskan. Namun Allah SWT berkehendak lain, tiba waktu pengumuman nomor tes saya tidak keluar dalam lembaran surat pengumuman itu dan saya pun merasa kecewa dan frustasi atas semua itu. Akhirnya saya memberitahukan hal ini kepada orang tua di kampung bahwa saya tidak lulus. Walaupun sedikit kecewa kedua orang tua saya tetap memotivasi saya bahwa ada jalan lain yang terbaik buat saya. Kemudian sehari setelah pengumuman itu saya langsung balik kampung dan berkumpul kembali bersama keluarga. Di kampung saya merasa tidak tenang masih memikirkan apa yang harus saya lakukan karena saya menganggap semua harapan hidup saya telah sirna. Namun, beribu kali saya bersyukur memiliki orang tua yang luar biasa mereka terus memotivasi saya untuk kembali memikirkan masa depan dan tidak terus menerus terpuruk dengan masalah ini. Alhamduillah disaat malam hari tepatnya di bulan ramadhan saya mendapat petunjuk ilahi untuk membuka internet dan mencari sekolah pajak dan alhasil saya menemukan itu,kemudian saya memberitahukan kedua orang tua dan mereka sangat setuju terhadap pilihan saya ini. STPI, yah itulah nama sekolahnya, kemudian saya menelusuri alamat website nya dan ketika saya membaca secara detail akhirnya saya bisa daftar dan masuk sekolah pajak tanpa tes, karena cukup membawa bukti surat keterangan ujian masuk stan dan membayar uang kuliah yang semua itu diurus oleh paman saya di Jakarta dan saya pun terdaftar menjadi mahsiswa di Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia. Kemudian tepat tanggal 7 september saya kembali merantau ke Jakarta dan selama beberapa hari saya melakukan persiapan untuk mengikuti kegiatan pengenalan kampus dan tepat tanggal 19 september 2016 saya memulai aktivitas sebagai mahasiswa perpajakan. Dan saya merasa senang bisa berkumpul dengan teman-teman dari berbagai penjuru nusantara dengan beragam agama,suku,dan budaya yang disatukan dalam tujuan yang sama menjadi seorang mahasiswa perpajakan yang bisa membawa perubahan dan kemajuan buat negara kita tercinta, dan saya pun berharap semoga lulusan sekolah pajak ini tetap di perhatikan oleh pemerintah dalam mengabdi untuk masyarakat ,bangsa,dan negara dalam hal mengelola keuangan negara di sektor perpajakan. Dan semoga kelak saya pribadi bersama teman-teman seperjuangan serta kita semua dapat membagun negeri ini menjadi lebih baik di setiap bidang ilmu yang dikuasai. Satu kata yang bisa saya sampaikan disini bahwasannya banyak jalan untuk mencapai masa depan yang cemerlang dan semua itu tergantung pada ikhtiar dan do'a. Yakin dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, kemungkinan terletak pada kemauan, dimana ada kemauan disitu ada jalan.
Terima Kasih.
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh..........

Semoga cerita kehidupan saya diatas dapat memberikan motivasi dan manfaat buat kita semua.
BalasHapusMantaf Fadil . Aminn...
Hapus-Wibi
Jgn lupa kunjungin Blog gw hehe
http://www.legalori.ga/
mantab jiwa
BalasHapus